Pengaruh Tepung Tempe pada Bayi bergizi buruk
Upaya menggali bahan-bahan lokal untuk mengatasi dan mendukung perbaikan dan peningkatan gizi bagi anak balita maupun usia sekolah melalui penyediaan pangan siap saji padat gizi dan kalori tinggi telah dilakukan di Gunung Kidul. Makanan siap saji produk olahan dari bahan makanan campuran (BMC) Tempe berupa biskuit atau kue mengandung nilai gizi lebih dari 5% protein dan 300 kalori per 100 gram. Dalam rangka memenuhi tuntutan kerjasama dengan beberapa pihak dan instansi terkait yang berhubungan dengan Pemberian Makanan Tambahan bagi Anak maka pengembangan system produksi BMC tempe perlu dilakukan. Adapun Monitoring dan Evaluasi status gizi anak juga akan dilaksanakan terhadap efektifitas penggunaan BMC Tempe tersebut selama masa pemberian. Implementasi kegiatan ini, disamping merupakan usaha meningkatkan status gizi anak juga diharapkan di masa depan mampu memuat usaha penguatan ekonomi lokal. Kegiatan produksi skala semi pilot sekitar 2,5 ton per curah dikembangkan untuk mengantisipasi kebutuhan field trial yang dikembangkan akhir-akhir ini melalui kerjasama dengan beberapa pihak. Dengan laju penyediaan atau produksi tersebut, pengembangan sistem pengelolaan usaha penyediaan makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah dan balita yang memanfaatkan hasil penelitian ini yang memuat juga usaha penguatan ekonomi lokal dapat dilaksanakan dengan persoalan lapangan yang nyata